Daripada mendatangi klinik dermatologi, beberapa orang memilih menangani jerawat menggunakan bahan-bahan herbal. Metode tersebut dianggap minim efek samping dan lebih murah dibandingkan konsultasi dengan dermatolog.

Meski demikian, Anda harus berhati-hati dalam mengaplikasikan bahan-bahan herbal tersebut. Pasalnya, menurut pakar dermatolog yang dilansir dari Sciene Alert, ada beberapa perawatan yang sebaiknya dihindari. Simak ulasannya di bawah ini:

  1. Minyak atsiri tidak memiliki pengaruh positif

Banyak orang yang percaya bahwa minyak atsiri mampu mengatasi jerawat. Pada kenyataannya, produk ini justru berpotensi menyumbat pori-pori hingga memperburuk jerawat. Jika Anda mempunyai reaksi alergi, Anda juga tidak dianjurkan untuk menggunakan minyak atsiri.

  1. Efek buruk dari pemakaian pasta gigi

Mengoleskan pasta gigi pada jerawat untuk mengempiskannya adalah trik lama yang sebenarnya tidak benar. Bahan-bahan dalam pasta gigi faktanya dapat memicu iritasi pada kulit. Sebaiknya, Anda memakai produk khusus untuk menangani jerawat sesuai anjuran dokter.

  1. Kulit kering dan rusak karena baking soda

Seperti pasta gigi, baking soda jadi bahan lainnya yang sering diaplikasikan untuk meredakan jerawat. Sayangnya, bahan ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering hingga rusak. Bahkan, Anda akan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperbaiki kulit wajah yang bermasalah akibat baking soda.

  1. Pori-pori tersumbat akibat minyak kelapa

Meski diklaim sebagai bahan serbaguna, minyak kelapa ternyata tidak bisa menangani jerawat secara efektif. Kasusnya mirip dengan minyak atsiri, yakni berpotensi menyumbat pori-pori pada kulit wajah, terutama pada tipe kulit berminyak dan mudah berjerawat.

  1. Kandungan alkohol yang mengancam kulit

Saking frustrasinya dengan kemunculan jerawat, segelintir orang beralih ke produk yang lebih keras dengan kandungan alkohol untuk mendapatkan hasil instan. Namun, pemakaian jangka panjang dari produk beralkohol justru memberikan dampak negatif pada kulit, seperti luka bakar kimia sampai nekrosis.

  1. Ruam dan luka bakar dari cuka sari apel

Cuka sari apel belakangan menjadi primadona di dunia skincare karena dikatakan dapat mengeringkan jerawat sampai memudarkan bekasnya. Akan tetapi, kandungan cuka yang terkonsentrasi akan membuat kulit Anda mengering, ruam, sampai memicu luka bakar parah.

Setelah mengetahui pengaruh buruk dari bahan-bahan herbal di atas, sebaiknya Anda lebih berhati-hati lagi. Jika Anda merasa bimbang dan membutuhkan bantuan untuk menangani jerawat, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dermatolog terpercaya. Dalam hal ini, ERHA sebagai salah satu klinik dermatologi terbaik di Indonesia, menghadirkan sejumlah solusi yang dapat membantu Anda menangani jerawat maupun masalah kulit lainnya.

Sebagai contoh, ERHA memiliki personalized program yang telah mengaplikasikan standar perawatan dermatolog modern. Personalized program ini dirancang khusus karena tiap orang memiliki jenis kulit berbeda, sehingga walaupun ada beberapa orang memiliki masalah kulit yang sama, belum tentu cara penanganannya pun sama. Ada juga perawatan yang lebih canggih seperti laser and hi-tech program yang akan membantu Anda mengembalikan kondisi kulit wajah dengan teknologi terkini. Selain itu, sebagai klinik dermatologi terpercaya, ERHA juga menawarkan produk over the counter yang sesuai dengan jenis kulit Anda untuk menjaga kulit wajah dari kemunculan jerawat, serta kebutuhan lainnya.

Saat masa swakarantina ini, Anda tetap dapat merawat kulit di rumah dengan kemudahan pelayanan dari ERHA yaitu layanan konsultasi dan pembelian produk secara online. Adapula layanan pengiriman produk dan gratis biaya pengirimannya dengan minimal order Rp500.000.